Rabu, 03 Desember 2008

Akhirnya.... Maryamah Karpov !!

Minggu, tanggal 30 Nopember 2008, saat aku sedang lembur di kantor, ada sms masuk dari Mas Mursid. Dia mengabarkan bahwa Maryamah Karpov sudah terbit. Kebetulan temannya yang dari Surabaya akan pulang ke Ponorogo. Dan (seperti biasa...) Mas Mursid menawarkan padaku apakah aku mau nitip dibelikan Maryamah Karpov.

Mas Mursid dan temannya yang dari Surabaya itu memang sangat baik padaku. Dari mereka berdualah aku sering mendapatkan buku-buku yang selama ini tak bisa kudapatkan di Madiun. Apalagi untuk buku-buku baru yang aku ingin segera punya..., lewat mereka berdualah impianku itu terwujud. How kind of them !!


Maka... tanpa membuang waktu lagi aku langsung menjawab : "Ya !! Aku mau !!" Jawaban sms dari Mas Mursid membuatku malu : "Wah... nafsu banget !!" **tersipu**

Akhirnya, hari Senin pagi mas Mursid memberikan sebungkus kantong plastik padaku. Maryamah Karpov!! Olala..., seneng sekali aku. Akhirnya buku yang kutunggu-tunggu sejak lama kini sudah ada di tanganku. Hemmm seneng sekali.

Sayang sekali pekerjaan kantorku yang sedang menumpuk menghalangiku untuk segera menuntaskan buku setebal 504 halaman itu. Biasanya aku tidak bisa menahan diri untuk langsung menuntaskan buku yang aku baca. Tapi kali ini, di sela-sela waktu-ku aku menyempatkan membacanya, walau aku sering menyerah oleh rasa kantuk dan capek yang menderaku.

Walaupun sampai hari ini aku belum tuntas membacanya. Aku betul-betuk keasyikan membacanya. Cara Andrea Hirata menyampaikan cerita sungguh sangat kusuka. Sepertinya aku tidak sedang membaca buku tapi sedang mendengarkan Andrea menceritakan kisah hidupnya secara langsung padaku.

Dan tetap saja aku masih berkali-kali tersenyum karena kisah yang disampaikan Andrea Hirata benar-benar menggelitikku. Tapi begitu sampai halaman 249 aku mulai merinding dan terharu. Masuk halaman 253..., aku tak sanggup lagi membendung air mataku. (jangan diketawain yach...?!). Cerita tentang persahabatan Laskar Pelangi betul-betul indah, begitu menyentuh, begitu tulus dan murni.

Makin tak sabar saja aku menuntaskan buku ke-4 dari Tetralogi Laskar Pelangi ini.


3 komentar:

  1. Hua ha ha. Dari dulu aku nggak pernah bisa nahan ketawa ketika membaca blog mamaku. Apa lagi yang MARYAMAH KARPOV ini, bikin aku jadi ketawa-ketawa sendiri. Soalnya lucu banget.

    BalasHapus
  2. selesai membaca buku ini, aQ tidak mendpaat 'rasa sreg' speerti yg Qbayangkan sblmnya, atau sprti ketika selesai membaca buku LP,SP,Ed. Awalnya aQ berharap lbh trhdp buku keempat ini, tp bgitu selesai baca, rasanya biasa aja.
    Alur dan dinamikanya lbh mirip membaca sebuah buku fiksi dan petualangan-petualangan biasa saja. Yg bikin istimewa hanya karena ilmu pengetahuan dan rumus2 sains luar biasa Lintang dan Ikal, persahabatan yg ada pun tidak jauh beda dengan persahabatan yg kerap terjadi di cerita2 fiksi petualangan lainnya, bahkan aQ sempat nebak endingnya atau dimana dia akan bertemu dengan Lintang ketika membacanya pas dipertengahan usaha Ikal. Awalnya aQ berharap ada dinamika sosial dan kata2 sastra yg lebih banyak sprti buku2 Andrea sblmnya. Aku tahu, ada bbrp hal yg dismapaikan Andrea mungkin nyata mmmg nyata mengenai perompak, dan kejahatan2 yg luput dr manusia awam, mm...krn dr awal aQ berhrp bs menemukan tulisan Andrea lbh kepada imajinasi dan tulisan sastra yg romantik dan dalem agaknya harus ku kubur2 dalem2...hehe...tp biar gmn pun karya Andrea ttp manis kok... tokoh favnya mbak siapa? klo aQ sukanya Arai...hueheue

    BalasHapus
  3. mbak sarah..., aku suka Lintang karena kegigihannya dan kejeniusannya.
    Aku juga suka Arai karena dia adalah "pahlawan" bagi Ikal.

    BalasHapus

Maaf ya, komentarnya dimoderasi dulu. Semoga tak menyurutkan niat untuk berkomentar disini. Terima kasih (^_^)